Berawal dari seseorang cowok yang bernama Adnan, dia anak
ke-2 dari dua bersaudara dia memliki kakak cowok yang bernama Argas. Adnan adalah
seorang ABG(anak baru gede) yang labil atau seorang anak yang sedang depresi.
Dia labil atau depresi dikarenakan di keluarganya sedang ada masalah,
masalahnya itu ada pada kakaknya yang positif sebagai pemakai atau pengonsumsi
narkoba. Orang tuanya pun malah saling main salah-salahan karena anak pertama
mereka si Argas atau kakaknya Adnan yang mengonsumsi narkoba. Karena Adnan
sudah pusing dan tidak kuat dengan situasi atau masalah yang muncul di
keluarganya saat itu, Adnan pun memiliki fikiran atau niat untuk pergi atau
kabur dari rumahnya. Tetapi Adnan belum memikirkan atau bingung mau kabur atau
minggat kemana, karena teman-temannya tidak ada yang mau memberi tumpangan dia
tinggal sementara. Dan pada akhirnya karena dia galau dan bingung mau kemana,
dia pun ujug-ujug pergi ke stasiun kereta. Di sana pun ia hanya termenung
terdiam kebingungan. Sehingga datanglah kereta dan berhenti di stasiun itu,
tanpa sadar ia langsung menaiki atau menumpangi dan masuk ke kereta itu. Di
dalam kereta ia pun langsung memilih tempat duduk. Di dalam perjalanan ia
tertidur dan pada saat ia terbangun, ia baru menyadarinya bahwa ia berada di
dalam kereta yang entah tujuannya kemana. Ia pun menanyakan tujuan kereta yang
ditumpanginya kepada seorang lelaki
setengah baya yang berada tepat di sebelah dia, dan ternyata kereta yang
ditumpanginya itu bertujuan ke Solo, Jawa Timur. Setalah ia mengetahui bahwa
kereta yang ditumpanginya bertujuan ke Solo. Ia pun panik dan kebingungan
setengah mati, karena ia tidak ada persiapan apa-apa. Ia juga hanya membawa
uang seadanya dan beberapa pakaian saja. Pada akhirnya selama perjalanan ia
hanya bisa termenung dan termenung atau bahasa kerennya galau.
Sesampai di stasiun Solo, ia kebingungan lagi mau kemana.
Pada akhirnya ia berkeliling-keliling saja ke Kraton Solo, ke Pasar Klewer
untuk membeli makanan, sampai-sampai taman makam pahlawan Solo pun ia datangi
karena saking bingungnya mau kemana tanpa tujuan. Tak terasa matahari pun sudah
terbenam dan sore berganti petang, azan magrib pun telah berkumandang dan ia
bergegas ke Masjid Agung Solo. Ia juga menginap semalaman di Masjid Agung Solo
itu. Pagi hari pun tiba dan ia memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Pada
saat ia merogoh kantongnya, dia kaget secara tidak sadar uang yang dia miliki
sudah menipis. Dia pun bingung ingin pulang bagaimana. Akhirnya ia nekat untuk
mencari kerja serabutan guna mencari uang tambahan untuk ia pulang. Setelah
lelah ia mencari kerja serabutan akhirnya pada siang hari ia pun mendapatkan
pekerjaan steam mobil yang penghasilannya dalam beberapa mobil lumayanlah guna
nambahin uang untuk ia pulang.
Sesampai dia rasa uangnya sudah terkumpul dan cukup untuk
dia makan dan kembali ke Jakarta, ia pun berenti bekerja dan berniat untuk
segera pulang. Dia berada di Solo sekitar 2 minggu lebih, dan dia juga sengaja
tidak membawa alat komunikasi supaya tidak ada yang bisa menghubungi dia. Ke
esokan pagi hari setelah ia berhenti bekerja, ia bergegas ke stasiun Solo. Dan
ia pun langsung kembali ke Jakarta menumpangi kereta sepur menuju stasiun
Gambir. Setelah menghabiskan beberapa jam perjalan menuju Jakarta, akhirnya
sampailah ia di Stasiun Gambir dengan selamat sehat wal’afiat. Ia pun sangat
senang sekali bisa menghirup udara Jakarta yang sangat khas lagi, dan ia
berharap situasi di rumahnya sudah mendingan dari sebelumnya.
Setelah keluar dari stasiun ia pun langsung menumpangi
taksi menuju rumahnya. Sesampai tepat di depan rumah, dia kaget dan shock berat
mau pingsan karena di depan rumah dia sudah ramai banyak orang dan terpasang
bendera kuning tepat di tiang rumahnya. Pas dia masuk ke dalam rumahnya dia
melihat seseorang setengah baya dan seorang anak muda di pojok dalam rumah dia
sudah terbujur kaku dan terbungkus kain kafan putih bersih. Ternyata itu adalah
ayahnya dan kakak yang mengonsumsi narkoba sudah wafat. Dan tinggallah seorang
wanita yaitu ibundanya yang sedang menangis atas kepergian ayah dan kakaknya
itu. Adnan pun bingung harus berbuat apa. Ia pun merasa sangat bersalah karena
sudah kabur ninggalin keluarganya dan dia pun pingsan di tempat saking kagetnya
atas apa yang telah ia lihat setiba di rumah. Jadi, apa pun yang terjadi atau
masalah apa pun yang kita hadapi pasti ada jalan keluar. Tidak dengan cara
pergi dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga atau orang terdekat lainnya.
..~..~tamat~....~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar